SINTANG — Upaya meningkatkan profesionalisme dan kualitas tata kelola perkoperasian terus dilakukan di Kabupaten Sintang. Lembaga Kursus dan Pelatihan (LPK) Aprila kembali berkolaborasi dengan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop dan UKM) Kabupaten Sintang menyelenggarakan Pelatihan dan Sertifikasi BNSP Manajer Koperasi Simpan Pinjam (Batch 4) di Aula Bappeda Sintang, Jumat (3/7/2026).
Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Kepala Disperindagkop dan UKM Kabupaten Sintang, Subendi, dan diikuti oleh perwakilan dari tujuh Koperasi Simpan Pinjam (KSP) di wilayah Sintang.
Dalam sambutannya, Subendi memberikan apresiasi tinggi kepada LPK Aprila atas kemitraan strategisnya dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di sektor perkoperasian.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada LPK Aprila yang terus konsisten bermitra dengan Pemda. Ini adalah langkah nyata dalam meningkatkan kompetensi pengurus maupun manajer koperasi, khususnya yang mengelola unit simpan pinjam," ujar Subendi.
Subendi menegaskan bahwa sertifikasi kompetensi standar BNSP bukan lagi sekadar opsi, melainkan kebutuhan krusial. Berdasarkan Permenkop Nomor 8 Tahun 2023, usaha simpan pinjam dikategorikan sebagai sektor bisnis berisiko tinggi (high risk).
Di Kabupaten Sintang sendiri, terdapat lebih dari 100 unit usaha simpan pinjam berbasis koperasi serta sekitar 20 koperasi yang berfokus khusus pada simpan pinjam.
"Pengurus dan manajer wajib dibekali kompetensi teruji. Dengan pengurus yang kompeten, berintegritas, dan memenuhi standar kepatutan, kepercayaan anggota akan meningkat pesat, yang pada akhirnya mendongkrak kinerja koperasi itu sendiri," jelasnya.
Pemda Sintang saat ini tengah melakukan inventarisasi dan pendataan terhadap koperasi-koperasi yang pengurusnya belum tersertifikasi, terutama bagi koperasi yang telah mengantongi izin sebelum regulasi anyar berlaku. Ke depan, Pemda akan menyurati koperasi tersebut untuk mewajibkan keikutsertaan dalam pelatihan kompetensi.
Direktur LPK Aprila, Sarfandi, menyebutkan bahwa pada pelatihan Batch 4 ini pihaknya menambahkan materi baru yang sangat relevan dengan perkembangan zaman, yakni pemanfaatan media sosial dan pembuatan konten digital.
Menurut Sarfandi, branding dan publikasi digital sangat penting untuk membangun kepercayaan publik serta menarik potensi kerja sama dengan investor.
"Banyak koperasi belum mengoptimalkan media sosial. Padahal, pengelolaan media digital yang baik bisa memperluas jangkauan anggota baru hingga membuka peluang investasi," terangnya.
Selain fokus pada sertifikasi manajer KSP, LPK Aprila juga terus mengembangkan program kewirausahaan bagi pelaku UMKM. Saat ini, LPK Aprila sedang membangun sistem basis data digital yang merekam riwayat pelatihan para pelaku usaha dan pengurus koperasi.
Langkah ini diambil agar distribusi program pelatihan dari dinas maupun pihak ketiga menjadi lebih tepat sasaran, merata, dan berkelanjutan.
Komentar (0)